Duduki Urutan ke-9 Penjualan Terbesar di Indonesia, Ini Perjalanan Wuling Motor hingga Sekarang

Merek Wuling Motors mungkin masih terkesan baru di telinga. Namun siapa sangka, produsen asal China ini kini telah disambut hangat para pecinta otomotif tanah air.

Terbukti pada tahun 2019 akhir, brand ini menduduki urutan ke 9 dari 10 brand dengan penjualan terbesar di Indonesia.

Brand ini berhasil mengalahkan Nissan yang notabene sudah cukup lama menjamah di Indonesia.

Baca juga : Digital Showroom Wuling AJM

Berbicara perihal perkembangan Wuling, rupanya brand dengan produk mobil tersebut sudah berdiri di China pada tahun 1960.

Krisna Indar Prihadi, Training Manager PT Automobil Jaya Mandiri Jawa Tengah/DIY menjelaskan, saat itu Wuling bergerak dalam pembuatan mesin-mesin untuk transportasi laut.

Hingga lambat laun beralih dalam produksi transportasi darat.

Wuling mulai melirik produksi mobil pada tahun 1980-an bekerjasama dengan Mitsubishi dan Daihatsu.

Hingga pada tahun 2002 brand ini mulai memroduksi mobil dengan dimensi besar yang bekerjasama dengan General Motors dari Amerika.

“Tahun 2002 adalah salah satu titik tolak Wuling di China dalam membuka pangsa pasar yang lebih luas. Kerjasama dengan SAIC Motor dan General motor pada tahun 2002 menjadi sebuah peristiwa penting,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 Wuling mulai melebarkan sayapnya ke negara di luar China termasuk Indonesia. Cikarang Jawa Barat menjadi tempat berdirinya pabrik Wuling di Indonesia.

Produk pertama, mobil Confero mulai dipasarkan di Indonesia tahun 2017. Lebih tepatnya 2 Agustus 2017.

“Saat itu kerjasamanya bukan hanya karena China mau masuk Indonesia, tapi karena pemerintah Indonesia juga butuh adanya brand baru guna menjaga kondisi harga mobil di Indonesia tetap terjangkau.”

Masuknya Wuling di Indonesia tentu saja diikuti dengan beberapa macam kebijakan dari pemerintah Indonesia yang memberikan kemudahan bagi investor dalam mengembangkan bisnisnya. Misalnya pajak kendaraan yang lebih murah,” paparnya.

Semula, kemunculan Confero di Indonesia masih sulit diterima masyarakat.

Hal itu karena banyak di antaranya yang masih memertanyakan kualitas produk baru tersebut.

Confero mulai diterima oleh masyarakat berkat fitur-fitur istimewa yang disematkan selalu mengikuti perkembangan teknologi.

“Confero awal masuk ke sini anggapan masyarakat masih negatif, banyak yang bertanya tentang kualitas barang merek China.

Tapi untungnya terbantu dengan para pebisnis yang sudah tahu bahwa China saat ini adalah salah satu negara eksportir barang-barang berkualitas di dunia.

Ditambah lagi dengan meleknya orang terhadap internet, mereka browsing review-review dari luar seperti apa.

Saat itulah orang mulai mengetahui bahwa Confero sebagai salah satu produk Wuling yang terlaris di China. Bahkan pembeli utama itu ternyata bukan hanya dari review dari mulut ke mulut, tapi dari internet juga. Kekuatan internet sangat membantu.

Juga dengan melakukan test drive. Orang test drive untuk merasakan bagaimana kekurangan dan kelebihan mobilnya. Karena merasa nyaman dan berlimpah fitur, setelah test drive mereka memutuskan memilih membeli Confero pada saat itu,” lanjutnya.

Perkembangan Wuling di Indonesia juga ditandai dengan terbukanya cabang di berbagai daerah.

Di wilayah Jateng dan DIY sendiri, hingga tahun 2020 ini telah terbuka 16 cabang.

Adapun total penjualan tertinggi Wuling masih dikuasai Kota Semarang yang telah memiliki 3 cabang yaitu Sudirman, Raden Patah, dan Srondol Setiabudi.

“Tahun 2019 kami punya tiga cabang di Semarang, yang menunjukkan masyarakat kota Semarang memiliki animo cukup tinggi terhadap Wuling.

Produk yang kita jual adalah produk dengan harga yang reasonable,” jelasnya.

Wuling Motors hadir dengan berbagai inovasi dalam setiap produknya.

Bahkan investasi yang cukup besar di sektor R&D yang telah menjadi komitmen Wuling dalam membaca kebutuhan masyarakat Indonesia. Total 9 triliun rupiah digelontorkan kembali di November 2018.

Hasil R&D tersebut mulai dari penambahan fitur-fitur khusus yang tidak dimiliki kendaraan sejenisnya hingga teknologi audio pintar yang Wuling menamainya dengan Wuling Indonesian Command (WIND).

“Sensor TPMS yang bisa mengetahu tekanan ban secara langsung dari posisi pengemudi. Kemudian USB charger yang membuat masyarakat Indonesia senang karena tersedia baik di depan, tengah, maupun belakang. Hingga kemudahan membuka jendela mobil dengan memanfaatkan remote control guna membuang udara panas kabin saat kendaraan parkir di tengah terik matahari. Tentu saja tak boleh dilupakan adalah kelegaan dan kenyamanan ruang kabing produk-produk Wuling.

Bahkan Wuling Indonesian Command adalah salah satu inovasi keren yang diakui oleh Toyota dan Daihatsu.

Brand-brand Jepang berpikiran kalau memerintahkan dengan suara untuk mengaktifkan suatu fitur di mobil, afdolnya tetap menggunakan bahasa Inggris karena bersifat universal.

Ternyata kami (WIND) bisa menggunakan bahasa Indonesia. Bahkan bisa mengakomodir berbagai macam dialek dan logat yang berbeda-beda.

Ini adalah contoh inovasi yang dibuat,” terangnya.

Wuling sendiri hadir sebagai kendaraan yang menawarkan kenyamanan bagi pelanggan.

Krisna menyebut, Wuling cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga.

Selain menyasar keluarga, produk-produk Wuling menyasar kepada masyarakat yang usia di atas 35 tahun dan orang-orang yang memiliki bisnis tersendiri.

“Orang yang sudah memiliki mobil dari brand lain kemudian mencoba sensasi naik Wuling bersama keluarga, biasanya akan melirik Wuling. Faktor fitur dan kenyamanan menjadi dasar mereka mulai kesengsem dengan Wuling.

Kami utamakan dengan fitur yang membuat mereka nyaman di dalamnya. Karena nyaman itu tidak ternilai harganya jika berkendara bersama keluarga.

Kemudian orang-orang yang memiliki bisnis tersendiri seperti pengusaha dan wiraswasta, mereka lebih rasional.
Dengan membeli Wuling angsuran perbulannya lebih ringan, harga belinya lebih terjangkau, bahkan bila dikalkulasikan lebih detil bisa selisih sekitar 20 juta dengan brand Jepang dengan kelas sejenis. Deviasi harga sebesar itu bisa digunakan untuk membayar karyawan, bunga bank, menambah permodalan, dan lain-lainnya di benak para pengusaha.

Rata-rata pembeli produk Wuling biasanya sudah berkeluarga.
Itu adalah salah satu target yang kami sasar,” tukasnya. (idy)

Baca juga : Kunjungi Digital Showroom Wuling AJM

Share to :

Your Comment:

Related Posts

20

Jul
Berita Terbaru, Berita Wuling

Wuling Cortez CT Tipe S, Solusi Kendaraan MPV Indonesia

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wuling Motors pertengahan bulan Juli 2020 ini resmi menambah varian baru di jajaran Cortez CT series, yakni Cortez CT type S. Mobil pabrikan China ini hadir mengisi segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) dengan menghadirkan dua transmisi dan konfigurasi bangku. Di Jawa Tengah dan DIY, Cortez CT type S telah tersedia di agen resmi Wuling, PT […]

Share to :

20

Jul
Berita Terbaru, Berita Wuling

Bring The Best For Indonesia, Tandai 3 Tahun Perjalanan Wuling

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Tanggal 11 Juli 2020 kemarin Wuling Motors genap menapaki usia tiga tahun dalam perjalanannya di industri otomotif Indonesia. Hal yang patut disyukuri bagi merk mobil asal China ini. Pasalnya dalam perjalanan tiga tahun ini Wuling telah menorehkan berbagai prestasi dengan berbagai penghargaan yang diterima. Demikian pula menjadi kebanggaan bagi PT Automobil Jaya Mandiri (AJM)[…]

Share to :